Menu
081220596095

Perumahan Syariah Bekasi

26th September 2016 Harga : Lokasi : Kode listing : L.Tanah : m² L.Bangunan : m²

Gambar / Foto Perumahan Syariah Bekasi

Detail Info Perumahan Syariah Bekasi

Kode listing:
Harga:
Lokasi:
Luas Tanah:
Luas Bangunan:
Sertifikat:
Daya listrik:
Kamar Tidur:
Kamar Mandi:
Jumlah Lantai:
Garasi:
Menghadap:

Deskripsi Perumahan Syariah Bekasi

perumahan syariah bekasi Perumahan Syariah Bekasi kini menjadi suatu hal yang sering dicari bukan hanya oleh orang-orang yang sedang mencari rumah yang tinggal di wilayah Bekasi, namun juga oleh orang-orang di daerah Jakarta. Hal ini mengindikasikan bahwa suatu kepemilikan rumah dengan konsep syar’i yang sesuai dengan tuntunan agama Islam memang sedang menjadi tren yang berkembang sekarang ini.

Hal ini semua tidak lepas dari semakin banyaknya masyarakat khususnya umat muslim yang sudah mulai banyak yang mengetahui dan tersadar dengan tuntunan dan ajaran agama terutama terkait dengan dosa dan bahaya riba yang sangat dahsyat. Untuk itu sangat penting dan wajib sekali umat Islam untuk mengikuti hal itu. Karena hal-hal terkait dengan riba ini terkadang tidak kita sadari sering terjadi dalam proses jual beli di sekitar kita. Entah kita melihatnya dari transaksi jual beli tetangga kita, saudara kita, atau bahkan mungkin orang tua kita. Untuk itulah maka dengan mulai berkembangnya perumahan-perumahan berkonsep syariah ini diharapkan akan dapat membantu penyebaran dakwah dan pemahaman mengenai bahaya riba ini dan diharapkan mampu membantu memberikan solusi untuk memudahkan masyarakat yang sedang mencari perumahan dengan konsep syariah.

Meskipun perkembangan perumahan syariah Bekasi ini terbilang masih baru, namun nyatanya antusiasme masyarakat mengenai rumah-rumah halal ini sangatlah luar biasa. Hal ini dibuktikan dari penjualan salah satu perumahan syariah di Bekasi yaitu Perumahan Azzura Zafira di daerah Mustika Jaya – Narogong Bekasi terbilang sangat cepat, yaitu dari 40 (empat puluh) unit rumah yang dipasarkan dengan waktu kurang lebih 4-5 bulan sudah terjual habis. Dan bahkan rencananya akan di buka project keduanya. Dan tentunya project kedua ini sudah ditunggu-tunggu oleh orang-orang yang sedang mencari rumah.

Untuk perumahan syariah Bekasi memberikan kredit dengan waktu kisaran 5 (lima), 10 (sepuluh), dan sampai dengan 15 (lima belas) tahun. Cuma untuk cicilan 15 tahun tidak semua developer menyediakan, contohnya untuk perumahan Sabrina Azzura Bekasi ini maksimal cicilan adalah hanya sampai 10 tahun. Untuk sistem cicilan sendiri untuk perumahan syariah adalah flat, jadi selalu sama tiap bulan dari cicilan pertama sampai dengan cicilan terakhir dengan tidak mengikuti naik-turunya suku bunga seperti yang biasa terjadi pada kredit perumahan secara konvensional.

perumahan syariah bekasi timurTerkadang untuk beberapa calon pembeli diawal-awal akan selalu menanyakan, apakah harga yang ditawarkan untuk harga cash keras, dan kredit berbeda ? Iya jawabanya adalah berbeda antara pembayaran cash dan kredit. Cuma perbedaan nominal pembayaran disini bukan berarti riba, sebagaimana penulis sering mendengar dari beberapa calon konsumen mengatakan bahwa kalau harga cash dan kredit adalah riba karena ada beberapa harga dalam satu transaksi. Dan hal ini sebenarnya adalah tidak benar seperti itu. Jadi perbedaan harga diawal tersebut sebenarnya hanyalah sebuah pilihan saja, yang nantinya tetap akan dipilih satu harga yang disepakati antara Developer dan Pembeli. Jadi tidak ada konsep 2 (dua) harga disini.

Konsep perumahan syariah Bekasi ini boleh dikatakan sangat berbeda dengan konsep kepemilikan perumahan secara konvensional atau kredit kepemilikan rumah melalui bank yang sangat erat kaitanya dengan hal-hal berbau ribawi. Yaitu untuk kepemilikan perumahan secara syariah ini adalah tanpa melalui bank, tanpa BI Checking, tanpa riba, tanpa asuransi, tanpa sita, tanpa denda dan tanpa akad bermasalah.

Mungkin dari sebagian dari kita bertanya, kenapa sih kredit melalui bank kok dilarang? Hal ini tidak lepas dari konsep riba yang dipraktekkanya. Antara lain beberapa contohnya adalah adanya sistem denda yang biasa di lakukan kepada nasabah atau orang yang mempunyai hutang entah untuk kredit perumahan, kendaraan, modal bisnis dan lain sebagainya pada saat terjadi suatu keterlambatan pembayaran. Dan jika keterlambatan pembayaran terjadi sampai beberapa bulan atau biasa disebut sebagai kredit macet, maka akan dilakukan penyitaan asset, atau kalau dalam kepemilikan rumah, rumah tersebut yang akan disita. Dan seringkali kali akan dijual oleh pihak bank / dilelang dengan harga yang sangat merugikan pemilik rumah, karena dijual dengan harga sangat murah.

Nah berbeda dengan sistem perumahan syariah di Bekasi, nasabah jika misalkan ada suatu permasalah terkait dengan pembayaran misalkan terjadi keterlambatan, maka tidak diberlakukan sistem denda ataupun sistem sita ini. Dalam hal ini pembayaran rumah adalah langsung kepada pihak developer, tanpa ada pihak bank seperti yang biasa terjadi dalam transaksi kepemilikan rumah secara konvensional yang ada tiga pihak yaitu Pembeli Rumah, Developer Perumahan, dan Pihak Bank. Jadi jika ada keterlambatan pembayaran, maka biasanya sebelum tanggal jatuh tempo pembeli wajib memberitahukan kepada pihak developer mengenai alasan dan meminta penundaan pembayaran, misalkan ditunda sampai tanggal berapa sesuai kesepakatan antara pembeli dan developer. Lalu jika misalkan pembeli memang betul-betul tidak memiliki kesanggupan untuk membayar atau macet, maka developer dan pembeli akan mencari jalan keluar secara musyawarah antara kedua belah pihak. Jalan yang ditempuh yang terakhir biasanya adalah menjual rumah yang dibeli pembeli tersebut.

Proses penjualan perumahan syariah bekasi yang macet pembayaranya ini bisa dilakukan oleh pembeli rumah sendiri, ataupun bisa juga dibantu oleh pihak developer. Dan untuk penjualan rumah oleh developer tetap akan dijual sesuai dengan harga yang sewajarnya, bukan dijual dengan harga murah agar cepat terjual seperti yang biasa terjadi pada transaksi penjualan rumah dengan kredit macet oleh pihak bank. Dan jika ada kelebihan dari penjualan setelah dikurangi dengan hutang kepada developer, akan dikembalikan kepada pihak pembeli.

Nah diatas adalah penjelasan jika misalkan ada keterlambatan pembayaran dan kredit macet. Lalu biasanya dalam proses transaksi akan ada beberapa calon pembeli yang bertanya, bagaimana jika misalkan saya ambil kredit 10 (sepuluh) tahun, namun pada tahun ke-5 (lima) saya dapat melunasi keseluruhan cicilan kredit tersebut, apakah saya akan mendapatkan finalti seperti yang terjadi pada proses kepemilikan rumah secara konvensional ? Sebagaimana kita ketahui kalau proses finalti ini adalah sangat-sangat merugikan pembeli.  Jawabanya adalah pada kredit perumahan syariah Bekasi ini, dan perumahan-perumahan syariah yang lain adalah tidak ada Finalti, jadi pembeli hanya membayar sisa hutang atau sisa cicilannya saja, tanpa ada proses penambahan pembayaran apapun. Dan tentunya selain tidak ada finalti, biasanya pembeli juga malah akan mendapatkan potongan. Namun hal ini untuk potongan atau diskon tidak semua developer memberlakukanya dan tidak boleh diharap-harapkan, tapi potensi pemberian potongan seperti itu biasanya ada.

Mengenai pemberian diskon atau potongan dalam kepemilikan perumahan syariah Bekasi ataupun rumah syariah yang lain meskipun “biasanya” diberikan kepada pembeli, namun hal ini tidak di perjanjikan dari awal ataupun dituangkan dalam akad, karena jika dituangkan dalam akad diawal maka berarti akan terjadi 2 harga dalam satu akad, dan hal ini sangatlah tidak dibenarkan dalam syariat. Kalaupun ada potongan nantinya tidak boleh dicantumkan dalam akad, dan nominalnya adalah terserah dari pihak developer. Jadi pembeli tidak ada kewenangan disini untuk meminta dan menentukan nominalnya.