Menu
081220596095

Penerapan Jual Beli Kredit Bank dan Syariah

26th September 2016 Harga : Lokasi : Kode listing : L.Tanah : m² L.Bangunan : m²

Gambar / Foto Penerapan Jual Beli Kredit Bank dan Syariah

Detail Info Penerapan Jual Beli Kredit Bank dan Syariah

Kode listing:
Harga:
Lokasi:
Luas Tanah:
Luas Bangunan:
Sertifikat:
Daya listrik:
Kamar Tidur:
Kamar Mandi:
Jumlah Lantai:
Garasi:
Menghadap:

Deskripsi Penerapan Jual Beli Kredit Bank dan Syariah

Banyak yang sering menanyakan apa sih perbedaan skema pembelian rumah secara kredit antara Bank Konvensional dan Sistem Syariah. Nah dalam artikel berikut akan dijelaskan mengenai perbedaanya supaya lebih memberikan pemahaman penuh mengenai skema syariah dan skema konvensional.

perumahan syariah bogor

Penerapan Jual Beli Kredit Bank

Misalkan suatu ketika ada seorang calon pembeli rumah ingin membeli rumah seharga 300 juta, namun pembeli tersebut belum memiliki uang tunai dan bermaksud untuk membeli rumah tersebut dengan cara mencicil dengan fasilitas KPR BANK, akhirnya setelah semua proses persyaratan dan administrasi diikuti dan diselesaikan maka bank akan memberikan pinjaman dana  sebesar 300 juta yang langsung dibayarkan kepada pihak  developer dan selanjutnya akan meminta kepada pembeli untuk mengembalikan pinjaman dana tersebut  kepada bank dengan bunga selama 10-20 tahun , dengan suku bunga kpr sekitar 10-12 % pertahun, dan  ketika pembeli telat dalam hal pembayara maka akan dikenakan biaya denda. Dan jika sampai terjadi suatu kredit macet, maka pembeli akan dikenakan sita.

Dalam kasus ini yang dicicil oleh pembeli rumah adalah pinjaman uang dari bank disertai dengan tambahan bunga. Nah Pengembalian pinjaman uang dengan bunga itulah yang disebut dengan sistem riba. Dan disini sebenarnya tidak ada akad jual beli antara pembeli dengan bank, dan yang terjadi sebenarnya adalah akad pinjaman dengan pengembalian yang dilebihkan. Dan praktek seperti ini adalah sebenarnya dosa besar.

Penerapan Jual Beli Kredit Syar’i

Seorang pembeli ingin membeli rumah seharga 300 juta, namun dikarenakan belum memiliki uang tunai sebesar 300 juta tersebut maka pembeli  bermaksud untuk mengkredit rumah tersebut melalui sistem syariah. Maka diawal pembeli tersebut akan ditawarkan beberapa harga jual, yaitu harga jual cash dan harga jual kredit. Nah harga jual cash dan kredit ini biasanya akan berbeda, meskipun ada sebagian developer perumahan yang menawarkan harga yang sama. Namun untuka perbedaan harga cash dan kredit tidak menjadi masalah karena harga yang berbeda diawal ini sebenarnya hanya masih berupa tawaran saja, yang nantinya tetap akan dipilih satu harga saja untuk dituangkan dalam akad.

Dan nantinya pada saat proses pembayaran jika pembeli akan melunasi sebelum jatuh tempo tidak ada sistem finalti yang diterapkan, dan pembeli hanya membayar sesuai sisa hutangnya saja. Begitupun juga jika terjadi suatu keterlambatan pembayaran tidak akan diberlakukan sistem denda ataupun sita seperti yang ada pada sistem jual beli kredit melalui bank.

Dalam prosesnya developer membeli tanah, menyiapkan fasilitas umum dan membangun rumah tersebut, kemudian menjualnya kepada pembeli dan pembeli mencicil kepada kami selama 10 tahun, tanpa ada sistem BI Checking, Denda, Sita, Asuransi, Akad Bermasalah.

Baca Juga : Alur Proses Pengajuan Kredit Perumahan Secara Syariah